Senin, 21 September 2015

pengertian Alat Kesehatan

Berdasarkan Menteri Kesehatan RI. no. 220/Men.Kes/Per/IX/1976 tertanggal 6 September 1976 adalah :
“Barang, instrumen aparat atau alat termasuk tiap komponen, bagian atau perlengkapan yang diproduksi, dijual atau dimaksudkan untuk digunakan dalam penelitian dan perawatan kesehatan, diagnosis penyembuhan, peringanan atau pencegahan penyakit, kelainan keadaan badan atau gejalanya pada manusia.”
Berdasarkan fungsinya alat kesehatan dapat digolongkan menjadi beberapa penggolongan antara lain fungsinya, sifat pemakaiannya, Kegunaannva, umur peralatan, macam & bentuknya, kepraktisan penyimpanan.
Berikut ini beberapa macam untuk alat kesehatan dasar :
1.     Abocath (jarum infus).
2.     Infus set / Transet ( selang infus)
3.     Cairan infus.
4.     Stetoskop
5.     Tensi (tensimeter)
6.     Termometer
7.     Pinset (Jepitan)
8.     Spuit (suntikan)
Beberapa alat kesehatan yang lain juga memiliki instrumen sebagai berikut  :
1.     Instrumen Aparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta pemulihan kesehatan pada manusia, dan atau untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.(Sumber: UU No.23/1992 ttg kesehatan)
2.     Bahan, instrumen, aparatus, mesin, alat untuk ditanamkan, reagens/produk diagnostik invitro atau barang lain yang sejenis  atau terkait termasuk komponen, bagian dan perlengkapannya yang;
·         Disebut dalam Farmakope Indonesia, Ekstra Farmakope Indonesia dan formularium Nasional atau suplemennya dan atau;
·         Digunakan untuk mendiagnosa penyakit, menyembuhkan, merawat, memulihkan, meringankan atau mencegah penyakit pada manusia dan atau;
·         Dimaksudkan untuk mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh manusia dan atau;
·         Dimaksud untuk menopang atau menunjang hidup atau mati
·         Dimaksud untuk mencegah kehamilan dan atau;
·         Dimaksud untuk penyucihamaan alat kesehatan dan atau;
·         Dimaksudkan untuk mendiagnosa kondisi bukan penyakit yang dalam mencapai tujuan utamanya
·         Memberi informasi untuk maksud medis dengan cara pengujian invitro terhadap spesimen yang dikeluarkan dan tubuh manusia
·         Dan tidak mencapai target dalam tubuh manusia secara farmakologis, imunologis atau cara metabolisme tetapi mungkin membantu fungsi tersebut


·         Digunakan, diakui sebagai alat kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

1. Klam / Clamp

• Klem Arteri Pean
Ada dua jenis yang lurus dan bengkok.Kegunaannya adalah untuk hemostatis untuk jaringan tipis dan lunak.
• Klem Kocher
Ada dua jenis bengkok dan lurus. Sifatnya mempunyai gigi pada ujungnya seperti pinset sirugis. Kegunaannya adalah untuk menjepit jaringan.
• Klem Allis
Kegunaan klem ini adalah untuk menjepit jaringan yang halus dan menjepit tumor.
• Klem Babcock
Kegunaannya adalah menjepit dock atau kain operasi.
Cara Pakai :
Tekan alat (klem) pada bagian pangkal (sama halnya memegang gunting) untuk membuka klem tersebut. Masukkan ujungnya pada objek, kemudian tekan kembali pangkalnya untuk menutup/supaya terkunci.
Sterilisasi :
-         Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
-         Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
-         Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.

-         Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator (alat pensteril)     selama 15-20 menit.

2. Scalpel

Scalpel merupakan instrument untuk memotong jaringan. Mata pisau yang  tajam memungkinkan untuk dilakukannya pemisahan jaringan dengan trauma sekecil mungkin terhadap jaringan sekitarnya.
Scalpel terdiri atas 2 bagian, yaitu gagang dan mata pisau. Pada pisau model lama mata pisau dang gagang bersatu, sedangkan pada model baru mata pisau dapat dilepas dan diganti dengan yang baru.
Skalpel memiliki 2 macam bentuk:
1. Pointed (ujungnya runcing, tajam)
2. Bellied (convex)
Selain skalpel yang dimaksud diatas, ada pula istilah-istilah:
1.      Scalpel blade
Scalpel blade adalah pisau saja tanpa pegangan atau gagangnya.
2.      Scalpel handle
Scalpel handle adalah pegangannya saja tanpa pisau.
Cara Pakai :
Sama seperti memegang pisau pada umumnya, mata pisau diarahkan ke bawah (pada objek) atau dengan posisi mata pisau dimiringkan ke arah objek.
Sterilisasi :
-     Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
-     Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
-     Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.

-     Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator (alat pensteril) selama 15-20 menit.

3. Stethoscope

Jenisnya :
Ø  Obstetrical Stethoscope/  Stethoscope monoaural (Ing.) Stethoscope bidan

Fungsi : untuk mendengar bunyi jantung bayi dalam kandungan ibu hamil
Ø  Stethoscope binaural (bagian yang ditempelkan di telinga)
Fungsi : untuk mendengar bunyi organ tubuh mis. jantung, paru-paru dll

Tata Cara Pemakaian Alat

         Periksa stetoskop untuk kualitas dan kerusakan.  Stetoskop terbaik memiliki tabung untuk setiap potongan telinga daripada tabung tunggal. Selain itu, tabung terbaik adalah tebal, pendek, dan relatif kaku, dengan sedikit membosankan. Juga, pastikan bahwa tabung bebas dari kebocoran. Cari tempat yang tenang relatif untuk memastikan bahwa suara tubuh tidak dikuasai oleh kebisingan latar belakang. Masukkan masing-masing dari dua buah telinga ke telinga Anda kebisingan. Para earphone juga dapat dimiringkan sedikit ke depan pada beberapa stetoskop untuk memastikan kesesuaian yang lebih baik. Gunakan stetoskop pada kulit telanjang untuk menghindari mengangkat suara gemerisik kain dan basah kulit dengan air hangat untuk menghindari polusi suara dari rambut-rambut kecil di kulit.  Pegang bagian bulat (bagian dada) sampai seseorang dada atau jantung. Anda harus mendengar Lub dub-mantap, Lub-dub suara. Suara pemukulan perjalanan melalui tabung ke telinga Anda tergantung itu. Suara pada apakah Anda menggunakan bel atau diafragma dan juga pada tekanan Anda meletakkan di bagian dada.

Keuntungan dan Kerugian Stetoskop
1.        Keuntungan stetoskopKeuntungan keseluruhan stetoskop adalah bahwa hal itu memungkinkan para profesional medis untuk mendengarkan suara yang dihasilkan oleh jantung, paru-paru dan usus. Setiap fungsi yang abnormal dalam sistem ini dalam tubuh dapat segera terlihat dengan penggunaan yang tepat dari stetoskop. Beberapa stetoskop sangat sensitif dan bahkan bisa bekerja melalui pakaian.
2.        Kerugian stetoskopSejak stetoskop memperbesar suara, suara yang disengaja yang terlalu keras berpotensi dapat merusak telinga pendengar. Stetoskop juga harus selalu dibersihkan karena kemampuan mereka untuk menyebarkan kuman dan virus. Karena mereka biasanya digunakan pada kulit yang telanjang dan kadang-kadang pada pasien yang sangat sakit, pembersihan tepat sangat penting.

4. Gunting

• Gunting Diseksi (disecting scissor)
Gunting ini ada dua jenis yaitu, lurus dan bengkok. Ujungnya biasanya runcing. Terdapat dua tipe yang sering digunakan yaitu tipe Moyo dan tipe Metzenbaum.

•  Gunting Benang
Ada dua macam gunting benang yaitu bengkok dan lurus.
Kegunaannya adalah memotong benang operasi, merapikan lukan.
• Gunting Pembalut/Perban
Kegunaannya adalah untuk menggunting plester dan pembalut.
Cara Pakai :
Sama seperti penggunaan gunting pada umumnya.  Namun pada penggunaan gunting perban, ujung gunting yang lebih panjang dan runcing/tajam diposisikan di bawah dan ujung yang tumpul diposisikan di atas.
Sterilisasi :
-         Direndam dalam larutan clorin -/+ 10 menit.
-         Setelah direndam, disabun dan disikat hingga bersih.
-         Bilas (menggunakan air yang mengalir) dan dikeringkan.
-         Kemudian direbus dalam air mendidih -/+ 30 menit, atau masukkan dalam sterilisator (alat pensteril) selama 15-20 menit.